logo
Hingga 5 file, masing-masing ukuran 10M didukung. baik
Beijing Qinrunze Environmental Protection Technology Co., Ltd. 86-159-1063-1923 heyong@qinrunze.com
Berita Dapatkan Penawaran
Rumah - Berita - Judul: Indeks Volume Limbah (SV): Tes Paling Intuitif dan Praktis untuk Sedimentasi Air Limbah

Judul: Indeks Volume Limbah (SV): Tes Paling Intuitif dan Praktis untuk Sedimentasi Air Limbah

June 23, 2026
Volume Lumpur (SV) merupakan indikator pengujian inti dalam proses lumpur aktif pengolahan air limbah. Ini mengacu pada persentase volume lumpur yang mengendap relatif terhadap total volume cairan campuran setelah cairan campuran dari tangki aerasi didiamkan dan diendapkan dalam gelas ukur selama 30 menit. Hal ini secara langsung dapat mencerminkan konsentrasi, kinerja pengendapan dan kondisi flokulasi lumpur aktif. Poin-poin penting untuk observasi lapangan dirangkum sebagai berikut:

Prosedur Pengujian Standar

Kumpulkan larutan campuran dari ujung saluran keluar tangki aerasi dan isi gelas ukur mulai dari 100 mL hingga 1000 mL. Hindari guncangan yang keras karena akan merusak gumpalan lumpur. Biarkan sampel mengendap tepat selama 30 menit tanpa menggerakkan silinder untuk menjaga lingkungan pengendapan yang stabil.

Pengamatan Kunci dari Seluruh Proses Penyelesaian

Pantau kecepatan flokulasi lumpur dalam 5 menit pertama. Lumpur yang sehat dengan cepat menggumpal menjadi gumpalan besar dan mengendap, meninggalkan supernatan bening. Flok halus dan pengendapan yang lambat menunjukkan laju pemuatan lumpur yang terlalu rendah atau kondisi lumpur tersebar.
 
Amati kinerja pelapisan selama pengendapan. Lumpur aktif yang dikondisikan dengan baik menghadirkan lapisan berbeda dengan supernatan transparan yang bebas dari padatan tersuspensi dan kekeruhan. Supernatan keruh yang ditutupi dengan banyak partikel lumpur kecil merupakan tanda khas dari penggemburan dan deflokulasi lumpur.

Pemeriksaan Karakteristik Lumpur

Setelah 30 menit pengendapan, catat volume selimut lumpur untuk menghitung nilai SV. Kisaran SV optimal untuk tangki aerasi adalah 20%–30%.
 
Periksa warna dan bau lumpur: lumpur aktif normal berwarna coklat kekuningan dengan bau tanah. Lumpur hitam dengan bau busuk menunjukkan aerasi yang tidak mencukupi; gumpalan putih pucat dan lepas disebabkan oleh aerasi yang berlebihan. Perhatikan fenomena abnormal termasuk lumpur yang mengambang, busa yang menempel, dan gumpalan berbentuk jarum.

Diagnosis Operasi Sistem Dikombinasikan dengan Data Uji

Nilai SV yang terlalu tinggi biasanya diakibatkan oleh konsentrasi lumpur yang tinggi atau kemampuan pengendapan yang buruk, yang dengan mudah memicu penggemburan lumpur. SV yang terlalu rendah berarti konsentrasi lumpur tidak mencukupi dan mikroorganisme tidak memadai, yang menyebabkan berkurangnya efisiensi pengolahan.
 
Analisis komprehensif yang menggabungkan padatan tersuspensi cairan campuran (MLSS) dan indeks volume lumpur (SVI) diperlukan. Sesuaikan volume pembuangan lumpur dan laju aerasi secara tepat waktu untuk menstabilkan sistem pengolahan air limbah dan menjamin kualitas limbah yang berkualitas.

专业术语注释(行业通用)

  1. 沉降比 SV = Volume Lumpur(工程现场简称 SV,完整指标概念常搭配 SVI 污泥体积指数)
  2. proses lumpur aktif
  3. tangki aerasi
  4. 混合液 minuman keras campuran
  5. 污泥絮体 lumpur flok
  6. supernatan
  7. penggemburan lumpur
  8. 解絮 deflokulasi
  9. tingkat pemuatan lumpur
  10. 排泥 pemborosan lumpur
  11. 曝气量 tingkat aerasi
  12. 污泥浓度 MLSS (Padatan Tersuspensi Minuman Keras Campuran)
  13. 污泥指数 SVI (Indeks Volume Lumpur)