Proses A²/O – Busa Kental Kuning Kecokelatan (Analisis Mendalam)
July 7, 2026
I. Fenomena Khas
Busa berwarna kuning kecoklatan/kuning kecoklatan, sangat kental, sulit pecah dan terakumulasi dalam volume besar di permukaan tangki aerasi. Sedangkan lumpur aktif tampak berwarna kekuningan dengan gumpalan-gumpalan halus.
II. Akar Penyebab (Diurutkan berdasarkan Kondisi Pengoperasian A²/O)
1. Pemuatan Organik Berlebihan (Penyebab Paling Umum)
Peningkatan COD dan BOD yang tiba-tiba memicu perkembangbiakan mikroba secara besar-besaran dan melimpahnya lumpur muda; produk samping metabolisme membentuk busa kental. Bahan organik yang tidak terdegradasi dari zona anaerobik/anoksik mengalir ke zona aerobik dan memperburuk pembentukan busa.
2. Waktu Retensi Lumpur (SRT) yang pendek, Lumpur yang belum matang
Pembuangan lumpur yang berlebihan menghasilkan sistem yang didominasi oleh zoogloea segar dengan viskositas yang kuat, yang mudah menghasilkan busa kental. Bakteri nitrifikasi yang tidak stabil semakin menurunkan kinerja flokulasi lumpur.
3. Oksigen Terlarut (DO) Rendah Lokal di Tangki Aerasi
Aerasi keseluruhan yang tidak mencukupi memaksa mikroba melakukan metabolisme anoksik dan mengeluarkan zat kental ekstraseluler dalam jumlah besar, mengentalkan dan menggelapkan busa.
4. Ketidakseimbangan Nutrisi Nitrogen dan Fosfor
Penyimpangan dari rasio C:N:P optimal 100:5:1. Kekurangan nitrogen atau fosfor mengganggu metabolisme mikroba, menyebabkan zoogloea mengeluarkan sejumlah besar zat kental dan busa yang banyak.
5. Sistem Resirkulasi Tidak Normal
Rasio resirkulasi internal dan eksternal yang tidak tepat membawa nitrogen nitrat dari zona anoksik ke zona anaerobik, menghambat pelepasan fosfor dan degradasi bahan organik, yang secara tidak langsung meningkatkan beban organik di zona aerobik.
AKU AKU AKU. Penanggulangan yang Ditargetkan
Kurangi muatan influen: Kurangi volume pemasukan air dan homogenkan kualitas air limbah untuk mencegah aliran masuk air limbah dengan konsentrasi tinggi.
Pemborosan lumpur tebangan: Memperpanjang waktu retensi lumpur hingga lumpur matang dan mengembalikan kapasitas flokulasi.
Tingkatkan level DO dengan tepat: Pertahankan DO zona aerobik pada 2~3 mg/L untuk menghilangkan zona anoksik lokal.
Tambahan garam nutrisi: Uji konsentrasi nitrogen dan fosfor dan berikan dosis pupuk nitrogen/fosfor sesuai kebutuhan untuk mengetahui kekurangannya.
Optimalkan rasio resirkulasi: Sesuaikan resirkulasi internal dan eksternal untuk meminimalkan persilangan nitrogen nitrat ke zona anaerobik.
Perbedaan Tambahan Jenis Busa
Busa kental berwarna kuning kecoklatan: Disebabkan oleh tingginya muatan organik / lumpur yang belum matang (masalah umum pada sistem A²/O)
Busa putih halus: Berasal dari surfaktan dan deterjen
Busa berbau busuk berwarna abu-abu kehitaman: Dihasilkan dari pembusukan anaerobik dan lumpur yang terlalu tua
专业术语注释(便于海外工程使用)
Proses A²/O:Proses Anaerobik-Anoxic-Oxic 厌氧 - 缺氧 - 好氧工艺